PENTAS SENI SD SWASTA METHODIST-6 MEDAN TAHUN 2026
SD Swasta Methodist-6 Medan sukses menyelenggarakan ajang kreasi tahunan Pentas Seni (Pensi) 2026 yang berlangsung meriah pada 16 Mei dan puncak acaranya pada 30 Mei 2026. Mengusung tema "Harmoni Budaya dalam Kelestarian Bumi", acara kreativitas ini kembali lagi berhasil menjadi wadah nyata bagi ratusan siswa untuk menampilkan rasa percaya diri, mengasah bakat, sekaligus mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan. Acara yang berlokasi di sekolah, Jalan Sekolah No. 30, Medan Helvetia. Pentas Seni SD Methodist-6 mengintegrasikan seni pertunjukan, literasi profesi, hingga mengasah kemampuan gerak dan lagu siswa. Puncak acara yang dilakukan pada 30 Mei 2026 diawali dengan pawai dengan rute kecil di sekitaran Sekolah Methodist-6 Medan. Pawai kecil ini sengaja dilaksanakan dengan tujuan untuk menarik perhatian warga sekitar sekaligus menyebarkan atmosfir kegembiraan acara kepada masyarakat luas. Selain sebagai sarana promosi yang efektif, pawai ini juga bertujuan untuk membangun rasa percaya diri para siswa sejak awal, mengenalkan keberagaman kostum profesi dan budaya yang mereka kenakan, serta mempererat rasa kebersamaan antarwarga sekolah sebelum mereka memulai kompetisi.
Ada pun perlombaan yang di perlombakan di acara Pentas Seni SD Methodist-6 ini yaitu : perlombaan foto model cilik, perlombaan melukis, perlombaan bercerita, perlombaan speaking English, perlombaan speaking Mandarin, perlombaan vokal solo, perlombaan vokal grup, perlombaan fashion show, dan perlombaan tarian.
Melalui agenda rutin seperti Pentas Seni ini, SD Swasta Methodist-6 Medan menegaskan komitmennya untuk memberikan pendidikan yang seimbang antara akademik dan non-akademik. Latihan intensif yang dilewati para siswa mengajarkan nilai kedisiplinan, keberanian tampil di depan publik, serta rasa kebersamaan yang kuat sesuai dengan pilar dasar sekolah.
Apresiasi tinggi juga patut diberikan kepada orang tua murid yang hadir memberikan dukungan penuh, membuat anak-anak tampil dengan rasa percaya diri maksimal di atas panggung budaya tersebut.